A. PENGERTIAN FIELD, RECORD, DAN FILE
Data terdiri dari kumpulan simbol yang mempunyai arti tertentu. Simbol
ini dapat berupa huruf, angka, dan spesial simbol seperti tanda titik(.), tanda
koma(,), tanda jumlah(+), tanda kurang(-), tanda persen(%)... dll. Pada umumnya
kita mengenal 26 buah simbol huruf, paling kecil dari data terdiri dari sebuah
simbol huruf atau angka yang disebut dengan karakter atau digit, sedangkan
sebuah spesial simbol disebut dengan spesial karakter. Kumpulan dari karakter
yang membentuk suatu unit tertentu dan mempunyai arti tertentu dikenal dengan
sebutan “Field”.
Contoh:
·
Nomor Induk
Pegawai (NIP)
·
Nama
Pegawai
·
Alamat
·
Dll.
Kumpulan dari Field-Field yang berbentuk suatu
unit yang lengkap disebut dengan “Record”. Biasanya record terdiri dari
field-field yang mempunyai hubungan satu sama lainnya.
Contoh:
Record pegawai akan
terdiri dari field sebagai berikut:
·
NIP
·
Nama
Pegawai
·
Alamat
·
Golongan
·
Jabatan
·
Bidang/bagian
·
Dll.
Kumpulan dari record yang sejenis dan sudah
memiliki keterangan disebut dengan “File”.
Contoh:
·
File
pegawai STMIK akan berisi semua record pegawai di lingkungan STMIK
·
File barang
STMIK akan berisi semua record-record barang di lingkungan STMIK
·
Dll.
B. Record Format
Menurut cara bagaimana suatu record bisa disimpan di dalam suatu tape
atau disk, dapat ditulis macam-macam record format, yaitu:
1.
Fixed
Unblocked
CIRI-CIRI:
• Semua logical record sama panjang
• Tiap data area (block-physical record) berisi
satu logical record
• Logical record= Physical record
2.
Fixed
Blocked
CIRI-CIRI:
• Semua logical record sama panjang
• Tiap area data berisi lebih dari satu logical
record
• Semua physical block sama panjang
• Jumlah logical record dalam tiap block selalu
sama
3.
Variable Unblock
CIRI-CIRI:
• Panjang tiap logical record tidak sama
• Panjang tiap physical record tidak sama
• Tiap data area (block) berisi satu logical
record dan field khusus BL & RL
Ket: BL= Block Length
RL= Record Length
4.
Variable
Block
CIRI-CIRI:
• Panjang tiap logical record tidak sama
• Panjang tiap block juga tidak sama. Jumlah
logical record dalam block juga bervariasi.
5.
Undefined
CIRI-CIRI:
• Tiap logical record tidak sama panjang
• Tiap block berisikan satu logical record
• Block dan Record length tidak ada
6.
Spanned
CIRI-CIRI:
• Panjang tiap physical record adalah sama
• Panjang tiap logical record tidak sama
• Satu logical record mungkin berada dalam lebih
dari satu physical record
C.
Seputar Block pada
Record
Dalam
komputasi (khususnya transmisi data dan penyimpanan data), blok, terkadang
disebut physical record, adalah urutan byte atau bit, biasanya berisi beberapa
logical records, memiliki panjang maksimum, ukuran blok. Pengolahan data pada
block bernama Blocking.
D. Alasan Melakukan Block Terhadap Record
1.
Mengurangi
tempattempat karena hanya disediakan key area dan gap untuk tiap block, bukan
untuk setiap record. (satu gap panjangnya= 0.75 inch dan satu bisa menyimpan
800 karakter.)
2.
Mengurangi
waktu pada saat membaca dan menuis suatu record, karena membaca dan menulis
dilakukan untuk tiap block, sedang proses dilakukan untuk setiap record.
E. Metode Pengaksesan
Merupakan file menyimpan informasi. Bila digunakan, informasi tersebut
harus diakses dan dibaca ke memory. Terdapat beberapa cara mengakses informasi
pada file, diantaranya :
1.
Sequential
Access Method
Akses berurutan, akses
data sangat lambat, karena pada data akan diurutkan akses serial satu persatu.
Contoh: Magnetic Tape
Data direkam
secara digit pada media tape sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida.
Magnetisasi positif menyatakan 1 bit, sedangkan magnetisasi negatif menyatakan
0 bit atau sebaliknya.
2. Direct Access Method
Akses
langsung dapatkan data dari perangkat
penyimpanan dengan langsung menuju ke tempat fisik berada di perangkat daripada
harus secara berurutan mencari data di satu lokasi fisik.
Akses data relatif cepat, dibandingkan Sequential
Access.
Contoh: Hard Disk
o
Dilakukan pengaksesan terhadap harddisk untuk melihat
dan menentukan di lokasi sebelah mana informasi yang dibutuhkan ada di dalam
ruang harddisk.
o
Pada proses ini, aplikasi yang kita jalankan, Sistem
operasi, sistem BIOS, dan juga driver-driver khusus (tergantung pada aplikasi
yang kita jalankan) bekerja bersama-sama, untuk menentukan bagian mana dari
harddisk yang harus dibaca.
o
Harddisk akan bekerja dan memberikan informasi di mana
data/informasi yang dibutuhkan tersedia, sampai kemudian menyatakan, “Informasi
yang ada di track sekian sektor sekianlah yang kita butuhkan.” Nah pola
penyajian informasi yang diberikan oleh harddisk sendiri biasanya mengikuti
pola geometris.
o
Yang dimaksud dengan pola geometris di sini adalah
sebuah pola penyajian informasi yang menggunakan istilah silinder, track, dan
sector. Ketika informasi ditemukan, akan ada permintaan supaya mengirimkan
informasi tersebut melalui interface harddisk untuk memberikan alamat yang
tepat (sektor berapa, track berapa, silinder mana) dan setelah itu
informasi/data pada sector tersebut siap dibaca.
o
Pengendali program yang ada pada harddisk akan
mengecek untuk memastikan apakah informasi yang diminta sudah tersedia pada
internal buffer yang dimiliki oleh harddisk (biasanya disebut cache atau
buffer).
o
Bila sudah oke, pengendali ini akan menyuplai
informasi tersebut secara langsung, tanpa harus melihat lagi ke permukaan pelat
itu karena seluruh informasi yang dibutuhkan sudah dihidangkan di dalam buffer.
o
Dalam banyak kejadian, harddisk pada umumnya tetap
berputar ketika proses di atas berlangsung. Namun ada kalanya juga tidak,
lantaran manajemen power pada harddisk memerintahkan kepada disk untuk tidak
berputar dalam rangka penghematan energi. Papan pengendali yang ada di dalam
harddisk menerjemahkan instruksi tentang alamat data yang diminta dan selama
proses itu berlangsung, ia akan senantiasa siaga untuk memastikan pada silinder
dan track mana informasi yang dibutuhkan itu tersimpan.
o
Nah, papan pengendali ini pulalah yang kemudian
meminta actuator untuk menggerakkan head menuju ke lokasi yang dimaksud. Ketika
head sudah berada pada lokasi yang tepat, pengendali akan mengaktifkan head
tersebut untuk melakukan proses pembacaan. Mulailah head membaca track demi
track untuk mencari sektor yang diminta. Proses inilah yang memakan waktu,
sampai kemudian head menemukan sektor yang tepat dan kemudian siap membacakan
data/informasi yang terkandung di dalamnya.
o
Papan pengendali akan mengkoordinasikan aliran
informasi dari harddisk menuju ke ruang simpan sementara (buffer, cache).
Informasi ini kemudian dikirimkan melalui interface harddisk menuju sistem
memori utama untuk kemudian dieksekusi sesuai dengan aplikasi atau perintah
yang kita jalankan.
3. Random Access Method
Metode
Akses Acak Akses acak Address Decoder akan menghasilkan data alamat yang
akan diakses. Akses Data Cepat, lebih cepat dari Direct Access.
Contoh: RAM.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam suatu file
terdapat kumpulan dari record-record yang sejenis, dalam record terdapat dari
kumpulan field-field yang saling berhubungan. Dalam format record terdapat
berbagai macam format record menurut cara bagaimana suatu record dapat disimpan
dalam suatu tape, diantaranya fixed blocking, fix unblocking, variable block,
variable unblock, undifined, spanned. Alasan dalam melakukan block adalah agar
dapat menghemat waktu untuk membaca ataupun menulis suatu record dan juga untuk menghemat tempat
menyimpan block. Merupakan
file menyimpan
informasi. Bila digunakan, informasi tersebut harus diakses dan dibaca ke
memory. Terdapat beberapa cara mengakses informasi pada file, diantaranya :
sequential access, direct access danrandom access.
DAFTAR PUSTAKA
people.cs.pitt.edu/~chang/156/08struct.html
Amalia puspakameswara
Nadya berliana 1ka16
Sindi fernanda
No comments:
Post a Comment